{"id":1145,"date":"2026-10-19T02:18:03","date_gmt":"2026-10-19T02:18:03","guid":{"rendered":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/?p=1145"},"modified":"2026-10-19T02:18:03","modified_gmt":"2026-10-19T02:18:03","slug":"resep-kuno-gambar-spikoe-langkah-membuat-yang-autentik-dan-lezat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/resep-kuno-gambar-spikoe-langkah-membuat-yang-autentik-dan-lezat\/","title":{"rendered":"Resep Kuno Gambar Spikoe: Langkah Membuat yang Autentik dan Lezat"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Kuno Gambar Spikoe: Langkah Membuat yang Autentik dan Lezat<\/h1>\n<p>Spikoe, atau sering dikenal juga sebagai lapis Surabaya, merupakan salah satu kue tradisional yang sudah mendarah daging dalam budaya kuliner Indonesia. Kekayaan rasa dan teksturnya yang lembut menjadikannya primadona di berbagai acara, mulai dari arisan hingga pernikahan. Menelusuri resep kuno dari kue ini menawarkan pengalaman yang autentik sekaligus memberikan cita rasa klasik yang sulit dilupakan.<\/p>\n<h2>Sejarah Singkat Spikoe<\/h2>\n<p>Sebelum melangkah ke langkah pembuatan, ada baiknya kita mengenali sedikit sejarah dari spikoe. Resep ini mengakar pada masa kolonial Belanda. Nama &#8216;spikoe&#8217; sendiri berasal dari kata Belanda &#8216;spekkoek&#8217; yang berarti kue lapis daging. Namun, di Indonesia, spikoe lebih mengacu pada kue lapis dengan rasa yang manis dan tekstur yang lembut.<\/p>\n<h2>Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Untuk menghasilkan spikoe yang autentik, bahan-bahan berikut ini harus disiapkan. Pastikan semuanya dalam kondisi segar dan berkualitas tinggi.<\/p>\n<h3>Bahan Utama:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Telur ayam<\/strong>: 10 butir (gunakan telur yang segar)<\/li>\n<li><strong>Gula pasir<\/strong>: 200 gram<\/li>\n<li><strong>Tepung Terigu Protein Rendah<\/strong>: 100 gram<\/li>\n<li><strong>Mentega<\/strong>: 200 gram (lelehkan)<\/li>\n<li><strong>Pengemulsi Kue<\/strong>: 1 sendok teh<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Pewarna:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Pasta Coklat<\/strong>: 1 sendok makan (untuk lapisan coklat)<\/li>\n<li><strong>Esensi Vanila<\/strong>: 1 sendok teh (untuk lapisan vanilla)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Tambahan:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Susu Bubuk<\/strong>: 50 gram<\/li>\n<li><strong>Vanilla Bubuk<\/strong>: 1 sendok teh<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-Langkah Pembuatan Spikoe<\/h2>\n<h3>1. Persiapan Awal<\/h3>\n<ul>\n<li>Panaskan oven dengan suhu 180 derajat Celsius.<\/li>\n<li>Siapkan tiga loyang yang sudah diolesi margarin dan dialasi kertas roti.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Membuat Adonan Dasar<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Kocok Telur dan Gula<\/strong>: Masukkan telur dan gula pasir ke dalam wadah besar, kemudian kocok dengan mixer berkecepatan tinggi hingga mengembang dan berwarna pucat.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan Pengemulsi<\/strong>: Setelah telur mengembang, masukkan pengemulsi dan kocok lagi hingga adonan lebih kental.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Menyelesaikan Adonan<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Masukkan Tepung dan Susu Bubuk<\/strong>: Ayak tepung terigu dan susu bubuk ke dalam adonan telur. Aduk perlahan menggunakan spatula sampai tercampur rata.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan Mentega Leleh<\/strong>: Tuangkan mentega leleh sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil tetap diaduk perlahan agar tekstur adonan tetap lembut.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>4. Pewarnaan dan Pencetakan<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bagi Adonan<\/strong>: Bagi adonan menjadi dua bagian. Satu bagian untuk lapisan coklat dan satu bagian untuk lapisan vanilla.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan Pewarna dan Essens<\/strong>: Pada satu bagian, tambahkan pasta coklat, dan pada bagian lainnya tambahkan vanilla essens beserta vanilla bubuk.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>5. Proses Pemanggangan<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Panggang Lapisan Coklat<\/strong>: Tuangkan adonan coklat ke dalam loyang yang sudah disiapkan. Panggang selama 15 menit atau hingga matang.<\/li>\n<li><strong>Panggang Lapisan Vanilla<\/strong>: Lakukan hal yang sama untuk adonan vanilla.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>6. Penyusunan dan Penyajian<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Susun Lapisan<\/strong>: Setelah kedua lapisan matang, susun lapisan di atas satu sama lain dengan cara mengoleskan mentega leleh di antara kedua lapisan untuk merekatkan.<\/li>\n<li><strong>Dinginkan dan Sajikan<\/strong>: Diamkan spikoe sebentar agar teksturnya menyatu. Setelah dingin, potong sesuai selera dan siap disajikan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Tips dan Trik<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Aduk Perlahan<\/strong>: Saat mencampur tepung dan bahan lainnya, lakukan dengan perlahan agar adonan tidak bantat.<\/li>\n<li><strong>Gunakan Mentega Berkualitas<\/strong>: Ini akan memperkaya aroma dan rasa dari spikoe.<\/li>\n<li><strong>Cermati Suhu Oven<\/strong>: Setiap oven berbeda, jadi penting untuk menyesuaikan suhu agar spikoe tidak over-bake.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Menutupi<\/h2>\n<p>Resep kuno spikoe ini bukan hanya sekedar instruksi memasak, tetapi juga sebuah warisan kuliner yang menuntut ketelatenan dan kecintaan terhadap tradisi. Dengan mengikuti langkah-langkah di<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Kuno Gambar Spikoe: Langkah Membuat yang Autentik dan Lezat Spikoe, atau sering dikenal juga sebagai lapis Surabaya, merupakan salah satu kue tradisional yang sudah mendarah daging dalam budaya kuliner Indonesia. Kekayaan rasa dan teksturnya yang lembut menjadikannya primadona di berbagai acara, mulai dari arisan hingga pernikahan. Menelusuri resep kuno dari kue ini menawarkan pengalaman&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[648],"class_list":["post-1145","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-gambar-spikoe-resep-kuno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1145"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1147,"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145\/revisions\/1147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/friedchickengeprekalviko.id\/informasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}